admin@stieparapi.ac.id
akademik@stieparapi.ac.id
stieapi@gmail.com
0822-2009-9320
Mengampu matakuliah Budaya dan Geografi Kepariwisataan selalu menemukan inspirasi baru. Menggelontorkan beragam teori dan pendekatan kepada mahasiswa jelas kurang tepat sasaran. Semua bisa diakses mahasiswa dengan mudah melalui situs internet.
Bila kemudian disepakati untuk terjun langsung ke masyarakat, itu lebih ditujukan agar para mahasiswa menemukan pengalaman empirik sekaligus bermakna bagi mereka. Segalanya ada di Yogyakarta, dan para mahasiswa harus dibukakan pintu pembelajaran sekaligus pengabdian yang kontekstual. Para mahasiswa diberi ruang untuk memilih lokasi sebagai objek pembelajaran dan pengayaan.
Kelas pun dibagi ke dalam dua kelompok besar sesuai pilihan yang disepakati. Masing-masing kelompok menunjuk ketua yang berasal dari lokasi pengabdian. Asumsinya jelas, ada akses dan kemudahan saat pengorganisasian. Desa Segaran, Kalasan, kuat dari sisi karakter sejarah (makam Kyai Wonosegoro, sendang Wonosegoro dan bebatuan candi). Desa Plupuh, Cangkringan, kuat dari sisi ekologi (bambu dan budaya agraris).
“Kelompok Segaran” berhasil menginisiasi tradisi Ruwahan Ageng Kyai Wonosegoro. Kisah perjalanan seorang tokoh sejarah yang banyak meninggalkan jejak di Segaran, Kedulan, Tamanmartani, Kalasan, Sleman. Baru pertama kali digelar dan akan dijadikan agenda tahunan dengan fasilitasi Dinas Kebudayaan Sleman. Elaborasi dilakukan pada “Kelompok Plupuh”.
Secara berkala sejak awal semester, mendampingi mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat Plupuh. Tugas mereka, mengidentifikasi potensi yang dimiliki masyarakat. Mahasiswa mengeksplorasi secara mendalam asal usul nama Desa Plupuh (bambu gepuk atau disebut galar) dengan wawancara terpandu kepada para tokoh masyarakat. Kadang hadir dalam grup kecil, kalau Minggu semua anggota kelompok terjun sambil ikut gotong-royong. Orientasinya jelas, membuka ruang interaksi agar terbangun kohesi sosial antara mahasiswa (kampus) dan masyarakat (kampung).
Target pertama, saat Ujian Tengah Semester mahasiswa harus mempresentasikan hasil identifikasi, narasi yang diangkat, dan dokumentasi potensi. Presentasi dilakukan di kelas untuk mendiskusikan dan menganalisis skala prioritas yang disodorkan ke masyarakat. Kelompok Plupuh merekomendasikan wisata konservasi bambu Plupuh. Negosiasi dilakukan dengan Kepala Dukuh Plupuh agar mengalokasikan pertemuan dengan warga untuk menyampaikan presentasi hasil rekomendasi.
Setelah presentasi Kelompok Plupuh di hadapan masyarakat, tercapai kesepakatan: Diinisiasi Wisata Konservasi Bambu Plupuh dengan nama Jagad Bambu Nusantara. Skema dan proposal pun disusun sambil membantu masyarakat menata lingkungan dan mempersiapkan destinasi. Tugas berikutnya disepakati bersama, launching Jagad Bambu Nusantara pada saat Ujian Akhir Semester. Dinamika jelas terjadi, tetapi energi masyarakat ternyata semakin menyala. Angan dan impian lama untuk memiliki destinsi bisa mengalahkan segala kendala dan rintangan. Mahasiswa pun terdorong untuk lebih all out.
Kelompok Plupuh difasilitasi dan didampingi untuk membangun jaringan. Kolaborasi terjadi saat pembentukan kepanitiaan. Karang Taruna fokus pada penyiapan sarana prasarana destinasi, mahasiswa fokus pada mobilisasi dana melalui keterlibatan pihak ketiga berikut aspek keadministrasian. Di sisi lain, UMKM ikut bergerak dan potensi kreatif masyarakat terangkat. Sering kuliah harus pindah ke lokasi agar lebih dekat dengan masalah dan alternatif solusinya.
Seleksi alam terjadi. Mana mahasiswa yang lihai berorganisasi dan bermasyarakat, mana yang sekedar hadir sesekali sebagai pengganti presensi. Menjadi tugas kita, para dosen, untuk memberi dan membuka ruang bagi mereka untuk melakukan pengayaan bagi studi dan hidupnya. Selebihnya, bergantung daya nalar dan kreativitas mereka.
Launching destinasi Jagad Bambu Nusantara di Plupuh, Wukirsari, Cangkringan pun terlaksana pada Minggu, 15 Februari 2026. Jajaran VIP dari OPD Kabupaten Sleman hadir. Bupati Sleman menggarisbawahi, Jagad Bambu Nusantara adalah benteng ekologi. Krisis air di depan mata, bencana banjir dan tanah longsor mendera, dan konservasi bambu menjadi komitmen bersama. Ide dan gerakan terdata dan siap dilaksanakan. Setidaknya, para mahasiswa Kelompok Plupuh telah memahatkan prasasti dalam sanubari masyarakat. Wajar jika mereka menangis dan berpelukan begitu acara launching selesai.
Begitulah catatan singkat dosen matakuliah yang akhirnya menjadi dosen pendamping dilanjut fasilitator desa wisata. Masyarakat Plupuh tak mau ditinggalkan meski mahasiswa tak lagi bisa diterjunkan. Kitalah yang menjembatani pengembangan dan pengelolaannya ke depan. Capek? Jelas, karena pembelajaran yang dilanjutkan pemberdayaan memerlukan energi ekstra. Puas? Sangat, adakah kebahagiaan yang lebih sempurna selain saat kebaikan kita diterima dengan hati penuh cinta oleh masyarakat?
Dan bagi mahasiswa, matakuliah Budaya dan Geografi Kepariwisataan yang diikuti tidak saja menjadi payung dan inspirasi bagi matakuliah lainnya, tetapi juga modal berharga untuk proyek MICE dan bahkan tugas akhir. Sekali jalan, dua tiga pulau terlampaui. Kelak, saat lulus dan wisuda, mereka tak hanya senang mengangkat ijazah atau mengenakan toga, tetapi ada karya yang berhasil mereka inisiasi dan tinggalkan di Yogyakarta. Semoga berkah, amin.
Ecotourism For Sustainable Tourism pada tanggal 3 Juli 2022 diadakan oleh HMPI Wilayah III Yogyakarta & Jateng dan diikuti oleh ...
Kegiatan Up Grading dilaksankan pada tanggal 17 - 18 Desember 2022 di Desa Wisata Ledhok Blotan.
Kegiatan Retret Mahasiswa Kristiani STIE "Pariwisata API" Yogyakarta pada tanggal 22 - 23 Juli 2022 dilaksanakan di ...
Mahasiswa STIEPARAPI mengharumkan nama kampus di Kejurda Taekwondo 2022
Baca Selengkapnya
Pelaksanaan Bakti Sosial ini melibatkan sebagian Panitia Dies Natalis STIE "Pariwisata API" Yogyakarta dan ...
Perwakilan Anggota Himpunan Mahasiswa STIE "Pariwisata API" Yogyakarta dapat menghadiri dan ...
Musyawarah Wilayah ini secara resmi kampus STIE "Pariwisata API" Yogyakarta tergabung didalam keorganisasian ...
Mahasiswa STIE "Pariwisata API" Yogyakarta melakukan kunjungan wisata dan ...
Semoga makin bermanfaat dalam mengemban amanah sebagai Duta Keistimewaan Yogyakarta
Himpunan Mahasiswa Pariwisata (HMP) STIE Pariwisata API kembali menghelat kegiatan...
Perjalanan ke Pulau Dewata Bali adalah perjalanan menambah pemahaman tentang ...
Selamat kepada mahasiswa Stiepar API Yogyakarta, Vincent Erly
Mahasiswa STIEPar API Yogyakarta dengan dukungan penuh beberapa lembaga sertifikasi mengikuti berbagai asesmen sertifikasi uji kompetensi.
Himpunan Mahasiswa Pariwisata STIE “Pariwisata API” Yogyakarta kembali melaksanakan inovasi kegiatan, yaitu kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru
Mahasiswa STIE "PARIWISATA API" Angkatan 2021 mata kuliah Sustainable Tourism (Pariwisata Berkelanjutan), mengadakan kuliah lapangan
Dukung Pengembangan Wisata Pandanpuro, Mahasiswa STIEPAR API Gelar Workshop Digital Marketing
Himpunan Mahasiswa Pariwisata STIE Pariwisata API Yogyakarta menggelar Aksi Sapta Pesona#3.
Memaknai Filosofi Unggah Ungguh Dalam Kehidupan Generasi Muda bersama pembicara dari Duta Budaya DIY 2023 dan Putri Keistimewaan II Yogyakarta 2023.
Baca Selengkapnya
Terkait Dies ke-24 STIE Pariwisata API Yogyakarta, Himpunan Mahasiswa Pariwisata (HMP) menggelar serangkaian kegiatan yakni kompetisi fotografi dan lomba menyanyi.
Baca Selengkapnya
Andreas Ari Saputra mahasiswa STIE Pariwisata API Yogyakarta yang membacakan puisi Arjuna di Padang Kurusetra.
Baca Selengkapnya
Webinar bertema Dark Tourism yang digelar STIE Pariwisata API Yogyakarta upaya untuk mengangkat sisi kelam dalam hidup menjadi destinasi wisata perlu diikuti dengan tanggung jawab segenap pengelola wisatawan.
Baca Selengkapnya
Mahasiswa Semester 3 Prodi Manajemen dengan Konsentrasi Pariwisata sukses memeriahkan Project UAS Mata kuliah English for Communication.
Baca Selengkapnya
Memahami secara langsung aktivitas yang ada di divisi Front Office mulai dari tamu reservasi, regoistrasi hingga check out perlu merupakan hal penting bagi mahasiswa pariwisata.
Baca Selengkapnya
mahasiswa dan civitas akademika bersama beberapa tamu undangan menyimak serta berdiskusi tentang
Baca Selengkapnya
Bertempat di Panti Asuhan Bina Siwi, Bantul, Yogyakarta Civitas Akademika STIE Pariwisata API yang tergabung dalam HMP
Baca Selengkapnya
Himpunan Mahasiswa Pariwisata (HMP) STIEPAR API saling bahu membahu untuk ikut berbagi kebahagiaan walau tidak besar
Baca Selengkapnya
Para Mahasiswa mengadakan pembersihan area wisata Sendang Sombomerti. Tak ketinggalan diadakan juga acara
Baca Selengkapnya
mahasiswa STIE Pariwisata API Yogyakarta melakukan kerja pengabdian kepada masyarakat di desa wisata di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta
Baca Selengkapnya
Mahasiswa STIEPAR API Yogyakarta, berhasil lolos mengikuti program pertukaran Mahasiswa merdeka 4 (PMM 4) di Universitas Mahasaraswati Denpasar
Baca Selengkapnya
Hendra Diki Antoro telah dinobatkan sebagai Winner Putera Batik D.I Yogyakarta 2024.
Baca Selengkapnya
Mahasiswa STIE Pariwisata API Yogyakarta mengadakan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan berupa pelatihan paket wisata dilaksanakan di desa wisata Kebonalas Menisrenggo Klaten.
Baca Selengkapnya
Mahasiswa yang bertugas di desa wisata Palgading adalah Marcelino Dwi Ramadhan, Defa Agustian, Rusmina Angela, Rizky Seftia, Andrea Tri, Purwanti, Dita Nurmalasari, Risty Nur Rahmawati dan Susanti Buluh.
Baca Selengkapnya
Potensi pariwisata dukuh Kleci I sangat menjanjikan. Sarasehan digelar mahasiswa STIE Pariwisata API Sleman yang mengikuti matakuliah Budaya dan Geografi Kepariwisataan.
Baca SelengkapnyaBersama STIE Pariwisata API Yogyakarta jembatan tersebut hendak dijadikan icon desa wisata Sempu Sambirejo (Dewi Sembir).
Baca Selengkapnya
Keberadaan tetenger tak bisa hanya dimaknai sebagai bangunan monumen semata. Ruh dan semangat yang menjiwai di dalamnya harus terus dijaga dan dikembangkan agar menjadi inspirasi generasi muda bangsa.
Baca Selengkapnya
Selamat dan bangga! Tim Mobile Legend dari STIE Pariwisata API Yogyakarta berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan meraih juara ke-3 dalam Tournament Mobile Legend POMDA BAPOMI DIY 2024.
Baca Selengkapnya
Mahasiswa STIE Pariwisata API Yogyakarta Hendra Diki Antoro terpilih sebagai Winner Putera Batik Indonesia 2024.
Baca Selengkapnya
Mubes ini menjadi puncak dari rangkaian proses Open Recruitment dan Pemilu Internal yang telah dilaksanakan oleh HMP
Baca Selengkapnya
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan etika makan formal (table manner)
Baca Selengkapnya
STIEPAR API Yogyakarta diwakili oleh Dosen Andhyka Murti, S.E., M.M., bersama dengan perwakilan mahasiswa
Baca Selengkapnya
mahasiswa STIE Pariwisata API Yogyakarta berkesempatan menghadiri Guest Lecture.
Baca SelengkapnyaSelamat kepada para wisudawan terbaik!
Baca Selengkapnya
Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Paduan Suara Mahasiswa Aktif STIE Pariwisata API Yogyakarta
Baca SelengkapnyaPenampilan yang penuh energi, anggun, dan memukau
Baca Selengkapnya
Kami tunggu kedatangannya di lokasi yaa!!
Baca Selengkapnya
Telulikur Culture Fest 2026 yang diselenggarakan dua hari di Ruang Pameran Lantai 1 Grha Budaya Taman Budaya Embung Giwangan Yogyakarta, 24–25 Januari 2026.
Mahasiswa STIEPAR API terjun langsung mengeksplorasi Desa Plupuh (bambu gepuk atau disebut galar) dengan para tokoh masyarakat
Baca Selengkapnya
Mahasiswa STIEPAR-API all-out menggelar sarasehan di Umbul Wonosegoro meski hujan deras.
Baca SelengkapnyaJl. Glendongan TB XV / 15 B, Babarsari, Yogyakarta 55281
admin@stieparapi.ac.id
stieapi@gmail.com
pmb@stieparapi.ac.id
(Administrasi) 0822-2009-9320, (Admin PMB) 0822-9993-9003
© STIE "PARIWISATA API" Yogyakarta. All Rights Reserved.
Silahkan tanyakan pada admin kami untuk mendapatkan segala informasi mengenai STIE "PARIWISATA API" YOGYAKARTA
