Jam Pelayanan Senin-Jum'at 08:00 - 15:00 WIB

admin@stieparapi.ac.id

akademik@stieparapi.ac.id

stieapi@gmail.com

0822-2009-9320

Artikel

Gagas Desa Wisata Karbon, PUSDEWI STIE Pariwisata API Yogyakarta Gandeng Kepuharjo Cangkringan

13 Jun 2026

Langkah progresif dalam menangkap peluang besar pengembangan pariwisata masa depan yang ramah iklim mulai diinisiasi di wilayah lereng Gunung Merapi. Pusat Studi Desa, Ekonomi dan Pariwisata (PUSDEWI) STIE Pariwisata API Yogyakarta menggandeng Desa Wisata Batari Kepuharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, menggelar seminar strategis bertajuk 'Membangun Desa Wisata Karbon: Dari Konservasi Anggrek hingga Peluang Ekonomi Karbon Berbasis Masyarakat'.

Agenda akademik tersebut sukses bertransformasi menjadi forum kolaboratif yang mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, praktisi pariwisata, komunitas peduli lingkungan, hingga masyarakat adat setempat.

"Seminar ini kami selenggarakan secara khusus untuk mendiskusikan peluang pengembangan desa wisata generasi baru. Orientasinya tidak lagi sekadar mengejar angka kunjungan kuantitas wisatawan semata, melainkan menitikberatkan pada kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan serta pemenuhan agenda pembangunan berkelanjutan," terang Direktur PUSDEWI STIE Pariwisata API Yogyakarta, Dr. Setiawan Priatmoko, Sabtu (13/06/2026).

Setiawan menjelaskan, gerakan ini dilandasi oleh masifnya perhatian dunia internasional terhadap isu perubahan iklim, program pengurangan emisi gas rumah kaca, serta pemenuhan target nasional menuju Net Zero Emission. Menjawab tantangan global tersebut, PUSDEWI memperkenalkan sebuah terobosan model pengembangan kawasan bernama Desa Wisata Karbon (Carbon Tourism Village).

"Konsep dasar dari Desa Wisata Karbon ini adalah mengintegrasikan secara utuh aktivitas pariwisata komersial, konservasi lingkungan hidup, pemberdayaan masyarakat lokal, hingga pemanfaatan jasa lingkungan yang memiliki nilai ekonomi tinggi melalui skema ekonomi karbon dan perdagangan karbon (carbon trading). Selama ini, jamak ditemui pengembangan desa wisata di Indonesia masih terjebak pada pakem atraksi kebudayaan, keindahan alam, dan ekonomi kreatif saja. Padahal, banyak desa kita yang kaya akan aset ekologis berupa hutan rakyat, kawasan konservasi, lahan hijau, serta keanekaragaman hayati yang sangat potensial mendukung agenda mitigasi perubahan iklim," urainya secara mendalam.

Ubah Paradigma Konservasi Menjadi Investasi

Melalui pendekatan baru ini, PUSDEWI ingin mengedukasi masyarakat bahwa desa wisata tidak hanya mendatangkan profit finansial dari tiket masuk atau belanja suvenir wisatawan.

Kehadiran ruang ekologi yang terjaga justru mampu menghasilkan produk jasa lingkungan yang bernilai ekonomi tinggi di pasar sirkular. Dengan demikian, aktivitas konservasi alam tidak lagi dipandang sebagai beban biaya operasional yang mahal, melainkan diposisikan sebagai instrumen investasi masa depan yang menguntungkan bagi kas desa.

Saat ini, PUSDEWI STIE Pariwisata API Yogyakarta terus mematangkan dan menginisiasi kajian komprehensif mengenai permodelan Desa Wisata Karbon ini. Kajian difokuskan pada optimalisasi potensi hutan rakyat dan sumber daya alam pedesaan guna menciptakan bantalan ekonomi baru bagi warga.

Gagasan visioner ini memposisikan PUSDEWI sebagai salah satu lembaga kajian perguruan tinggi pionir di Indonesia yang secara serius mengawinkan isu pariwisata, tata ruang desa, konservasi lingkungan, carbon trading, dan target Net Zero Emission ke dalam satu kerangka kerja yang terpadu. Lewat formula ini, desa wisata ke depan tidak sekadar menjadi tempat rekreasi melepas penat, tetapi juga naik kelas sebagai laboratorium hidup (living laboratory) bagi pertumbuhan ekonomi hijau (green economy).

Kepuharjo Jadi Laboratorium Hidup Pelestarian Anggrek

Dipilihnya Desa Wisata Kepuharjo, Cangkringan sebagai mitra proyek percontohan ini dinilai karena memiliki karakteristik wilayah yang sangat linier dan relevan. Selain bertengger di kawasan eksotis lereng Merapi yang menyajikan lanskap geologis yang khas, Kepuharjo telah memiliki modal sosial yang kuat.

Masyarakat setempat tercatat telah lama menginisiasi gerakan mandiri berupa konservasi tanaman anggrek endemik serta penangkaran berbagai jenis tanaman langka.

"Potensi basis komunitas lingkungan yang sudah berjalan aktif di Kepuharjo inilah yang kami bidik untuk menjadi fondasi awal dalam merealisasikan model desa wisata berbasis konservasi dan jasa lingkungan terpadu," pungkas Setiawan.

Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul "Gagas Desa Wisata Karbon, PUSDEWI STIE Pariwisata API Yogyakarta Gandeng Kepuharjo Cangkringan"
Baca selengkapnya di: https://www.krjogja.com/sleman/1247427513/gagas-desa-wisata-karbon-pusdewi-stie-pariwisata-api-yogyakarta-gandeng-kepuharjo-cangkringan

#stieparapi #kampusimpian #kampusterbaik

Kontak Kami

Jl. Glendongan TB XV / 15 B, Babarsari, Yogyakarta 55281

admin@stieparapi.ac.id

stieapi@gmail.com

pmb@stieparapi.ac.id

(Administrasi) 0822-2009-9320, (Admin PMB) 0822-9993-9003

Sosial Media

© STIE "PARIWISATA API" Yogyakarta. All Rights Reserved.

Hallo!

Silahkan tanyakan pada admin kami untuk mendapatkan segala informasi mengenai STIE "PARIWISATA API" YOGYAKARTA

Hubungi Kami Administrasi Online
0822-2009-9320
Call us to +6282220099320 from 08:00 - 17:00 WIB
Hallo, Apa yang ingin anda tanyakan ke kami?
×
Butuh Informasi? Hubungi Kami Disini